Kamis, 20 Desember 2012



PERKEMBANGAN TEKNOLOGI MOUSE


Mouse merupakan salah satu perlengkapan komputer meskipun apabila tidak ada juga komputer masih bisa beroperasi, akan tetapi dengan menggunakan mouse maka kerja kita akan menjadi lebih cepat dan menghemat waktu, lebih cepat dan efisien. Maka tidak ada salahnya jika kita sedikit melihat sejarah perkembangan mouse itu sendiri.




Douglas Engelbart


Mouse pertama kali ditemukan oleh Douglas Engelbart dari stanford Research Insitute pada tahun 1963. Mouse adalah suatu alat yang terdiri dari beberapa alat penunjuk ( pointing device ) yang dikembangkan untuk oN Line System (NLS) milik Engelbard. Selain mouse yang awalnya disebut "bug", juga dikembangkan beberapa alat deteksi gerakan tubuh lainnya yang diletakkan di kepala dan dagu. Karena kenyamanan dalam pengunaannya, mouse dipilih dan dikembangkan. Mouse pertama yang diciptakan berukuran besar, dan menggunakan dua buah roda yang saling tegak lurus utnuk mendeteksi gerakan ke sumbu X dan sumbu Y. Engelbart kemudian mematenkan nya pada 17 November 1970, dengan nama penunjuk posisi X-Y untuk sistem tampilan grafis (X-Y position Indicator For A Display System).
Pada waktu itu, sebetulnya Engelbart beraksud pengguna mouse dengan satu tangan secara terus menerus, sementara tangan yang lainnya mengperasikan alat seperti keyboard dengan lima tombol.

Bill English  















inilah yang melahirkan mouse tipe trackball



Perkembangan selanjutnya dilaku;kan oleh Bill English di Xerox PARC pada awal tahun 1970, yang menggunakan bola berputar kesegala arah, putaran tersebut dideteksi oleh roda-roda sensor didalam mouse tersebut. Pengembangan inilah yang melahirkan mouse tipe trackball, yaitu mouse terbalik dimana pengguna menggerakkan bola dengan jari.
Pada tahun 1980 - 1990 Xerox mempopulerkan penggunaan keyboard QWERTY dengan dua tangan dan menggunakan mouse pada saat dibutukan saja. Mouse sekarang ini mengikuti desain Ecole Polytechnique federale de lausanne (EPFL) yang diinspirasikan oleh profesor Jean-Daniel Nicoud. Jenis yang paling akhir adalah mouse optic dan yang paling mudah dalam perawatannya serta penggunaannya. Mouse jenis ini tidak erlu dibersihkan pada bagian bolanya karena banyak nya debu yang menempel.
Mouse optikal pertamakali dibuat oleh Steve Kirsch dari Mouse Systems Corporation. Mouse jenis ini menggunakan LED (Light emitting diode) dan photo dioda untuk mendeteksi gerakan mouse. Mouse optikal petamakali hanya dapat digunakan pada alas (mousepad) khusus yang berwarna metalik bergaris biru - abu-abu. Seiring perkembangan jaman mouse sekarang ini dapat digunakan disemua permukaan yang padat dan rata, kecuali permukaan yang memantulkan cahaya.





Mouse saat ini bekerja dengan menggunakan sensor optik yang menggunakan LED sebagai sumber penerangan untuk mengambil beribu-ribu frame gambar selama mouse bergerak. Dan jenis mutakhir dari mouse adalah yang berteknologi laser, pertamakali diperkenalkan oleh logitech, perusahaan mouse terkemuka yang bekerja sama dengan Agilent Technologies pada tahun 2004, dengan nama logitech MX 1000. Logitech mengklaim bahwa mouse laser memiliki tingakt akurasi yang 20 kali lebih besar dari mouse optikal. Meskipun dasar kerja dari mouse optikal dengan mouse laser sama hanya berbeda pada laser pengganti LED. Meskipun begitu jenis mouse ini belum banyak dipergunakan diperkirakan harganya yang masih mahal.
Dari sekian banyaknya perkembangan dari awal sampai yang terakhir yang tidak berubah dari mouse adalah jumlah tombolnya. Semua mouse memiliki tombol satu sampai tiga buah. Mouse pertama memiliki satu tombol. Kebanyakan mouse saat ini, yang didesain oleh microsoft Windows, memiliki dua tombol. Beberapa mouse modernjuga memiliki sebuah wheel untuk memudahkan scrolling. Sementara Ael memperkenalkan mouse satu tombol, yang tidak berubah hingga kini. Mouse modern juga sudah banyak yang tanpa kabel, dengan menggunakan teknologi wireless seperti infra red, gelombang radio ataupun bluetooth. Mouse wireless yang populer saat ini menggunakan gelombang radio dan ataupun bluetooth. Sedangkan mouse yang menggunakan infrared kurang begitu populer karena jarak jangkaunya yang terbatas, selain itu juga kurang begitu praktis karena antara mouse dengan penerimanya tidak boleh ada penghalang.

Kita tau bukan barang asing bagi kita untuk tau sebuah mouse, tiap hari kita pegang kita goyang, yup benar sekali mouse komputer. Anda tau tidak perubahan teknologi mouse dari jaman jadul dahulu kala ampe sekarang jaman modern? Tidak banyak yang tau tentunya mouse jaman dulu tuh kaya apa seh? segede apa seh? tentunya mouse jaman dulu segede gaban kali ya? hehe.. coba liat artikel berikut ini perjalanan mouse dari masa ke masa.
1952
Royal Canadian Navy memperkenalkan sebuah sistem penunjuk menggunakan trackball. Dapat anda liat pada gambar sistem penunjuk tersebut memakai bola yang merupakan cikal bakal mouse modern

1968
Douglas Engelbart membuat mouse pertama yang terbuat dari kotak kayu dan 2 roda besi. Diperkenalkan pertamakali di sebuah konferensi di San Francisco. Hehe.. bentuk mouse yang aneh

1972
Bill English memperkenalkan sebuah sistem baru penunjuk menggunakan sebuah “ball mouse”. Diliat dari gambarnya ini merupakan awal mouse modern kali ya.. padahal masih tahun 72

1981
Richard Lyon dan Steve Kirsch membuat sebuah mouse yang menggunakan cahaya LED untuk megarahkan kursor.

1983
Microsoft membuat mouse pertama-nya dengan nama “Green Eyed”. Mouse optik pertama kali.

1991
Logitech membuat “MouseMan” dan ini adalah mouse nirkabel dengan menggunakan teknologi RF. Cikal bakal lahirnya mouse wireless.

1995
Mouse menggunakan terobosan baru yaitu scroll whell. Pada tahun ini Apple juga memperkenalkan multibutton “Mighty Mouse”.


2006
Logitech dan Gyration merilis desain dari “air mouse” (Gyroscopic).

2008
micr0soft memperkenalkan teknologi BlueTrack


Sekarang
Mouse dengan teknologi laser 3,5G – 5600 dpi (Gamers Only)
Razer Mamba Black – harga sekitar 1.2 Juta

Minggu, 02 Desember 2012

Perkembangan Teknologi Touchscreen

Teknologi Touchscreen

Touchscreen merupakan sebuah perangkat komputer yang biasanya digunakan untuk menampilkan informasi grafikal dan visual yang merupakan output dari sebuah perangkat komputer. Namun, yang membedakannya dengan monitor atau layar televisi biasa adalah apa yang ditampilkan di dalamnya dapat secara langsung berinteraksi fisik dengan penggunanya.
Maksudnya, Anda dapat langsung menyentuh layar penampil tersebut dengan tangan atau alat bantu untuk mengakses apa yang ditampilkan di dalamnya.

Cara Kerja Touchscreen
Sebuah layar touchscreen yang paling sederhana terdiri dari tiga buah komponen utama dalam bekerja. Komponen tersebut adalah sebagai berikut:
1. Touch Sensor
Touch sensor merupakan sebuah lapisan penerima input dari luar monitor.
Input dari touchscreen adalah sebuah sentuhan, maka dari itu sensornya juga merupakan sensor sentuh.
2. Controller
Controller merupakan sebuah perangkat yang digunakan untuk menghubungkan antara sensor dengan perangkat komputer yang akan memproses sentuhan tersebut.
3. Software driver
Software driver merupakan sebuah software pengatur yang diinstal pada perangkat komputer atau PC Anda yang tugasnya adalah untuk mengatur agar perangkat touchscreen dan komputer dapat bekerja sama untuk digunakan dalam berbagai macam keperluan.

Teknologi Touchscreen

1. Resistive Touchscreen

Touchscreen yang termasuk dalam jenis ini adalah touchscreen yang layarnya dilapisi oleh sebuah lapisan tipis berwarna metalik yang bersifat konduktif dan resistif terhadap sinyal-sinyal listrik. Maksud dari lapisan yang bersifat konduktif adalah lapisan yang bersifat mudah menghantarkan sinyal listrik, sedangkan lapisan resistif adalah lapisan yang menahan arus listrik. Kedua lapisan ini dipisahkan oleh sebuah bintik-bintik transparan pemisah, jadi lapisan ini pasti terpisah satu sama lain dalam keadaan normal. Pada lapisan konduktif tersebut juga mengalir arus listrik yang bertugas sebagai arus referensi.
Ketika terjadi sentuhan kedua lapisan ini akan dipaksa untuk saling berkontak langsung secara fi sik. Karena adanya kontak antara lapisan konduktif dan resistif maka akan terjadi gangguan pada arus listrik referensi tersebut. Efek dari gangguan ini pada lapisan konduktif adalah akan terjadi perubahan arus-arus listriknya sebagai reaksi dari sebuah kejadian sentuhan. Perubahan nilai arus referensi ini kemudian dilaporkan ke controllernya untuk di proses lebih lanjut lagi.
Informasi sentuhan tadi diolah secara matematis oleh controller sehingga menghasilkan sebuah koordinat dan posisi yang akurat dari sentuhan tersebut. Kemudian informasi ini diintegrasikan dengan program lain sehingga menjadi aplikasi yang mudah digunakan.
Touchscreen monitor yang dirancang dengan menggunakan media jenis ini secara umum cukup nyaman digunakan, namun ada juga kekurangan dari teknologi ini. Layar yang dihasilkan oleh teknologi ini hanya memiliki tingkat kejernihan gambar sebesar 75% saja, sehingga monitor akan tampak kurang jernih.
Kelemahan yang lainnya monitor dengan teknologi touchscreen ini sangat rentan dan lemah terhadap sentuhan benda-benda yang agak tajam, sehingga penggunanya harus diekstra hati-hati. Teknologi ini tidak akan terpengaruh oleh elemen-elemen lain di luar seperti misalnya debu atau air, namun touchscreen ini akan merespon semua sentuhan yang mengenainya, baik itu menggunakan jari tangan langsung maupun menggunakan benda lain seperti stylus. Sangat cocok digunakan untuk keperluan di dalam dunia industri seperti di pabrik, laboratorium, dan banyak lagi.

2. Surface Wave Touchscreen

Teknologi touchscreen yang satu ini memanfaatkan gelombang ultrasonik untuk mendeteksi kejadian di permukaan layarnya. Di dalam monitor touchscreen ini terdapat dua tranduser, pengirim dan penerima sinyal ultrasonik. Selain itu dilengkapi juga dengan sebuah reflektor yang berfungsi sebagai pencegah agar gelombang ultrasonic tetap berada pada area layar monitor. Kedua tranduser ini dipasang dalam keempat sisi, dua vertikal dan dua horizontal. Ketika panel touchscreen-nya tersentuh, ada bagian dari gelombang tersebut yang diserap oleh sentuhan tersebut, misalnya terhalang oleh tangan, stylus, tuts, dan banyak lagi. Sentuhan tadi telah membuat perubahan dalam bentuk gelombang yang dipancarkan.
Perubahan gelombang ultrasonik yang terjadi kemudian diterima oleh receiver dan diterjemahkan ke dalam bentuk pulsa-pulsa listrik. Selanjutnya informasi sentuhan tadi berubah menjadi sebentuk data yang akan di teruskan ke controller untuk diproses lebih lanjut.
Data yang dihasilkan dari sentuhan ini tentunya adalah data mengenai posisi tangan Anda yang menyentuh sinyal ultrasonik tersebut. Jika ini dilakukan secara kontinyu dan terdapat banyak sekali sensor gelombang ultrasonic pada media yang disentuhnya, maka jadilah sebuah perangkat touchscreen yang dapat Anda gunakan.
Touchscreen jenis ini diklaim sebagai jenis touchscreen yang paling canggih dan memiliki banyak keunggulan daripada kedua jenis touchscreen lainnya. Karena tidak menggunakan bahan pelapis metalik melainkan sebuah lapisan kaca, maka tampilan dari layar touchscreen jenis ini mampu meneruskan cahaya hingga 90 persen, sehingga lebih jernih dan terang dibandingkan dengan Resistive touchscreen. Tanpa adanya lapisan sensor juga membuat touchscreen jenis ini menjadi lebih kuat dan tahan lama karena tidak akan ada lapisan yang dapat rusak atau haus ketika di sentuh, tidak ada lapisan yang akan rusak ketika terkena air, minyak, debu, dan banyak lagi.
Namun touchscreen ini juga bukannya tanpa kelemahan. Meskipun secara fisik kebal terhadap gangguan elemen-elemen luar, kinerja dari touchscreen ini dapat diganggu oleh elemen-elemen seperti debu, air, dan benda-benda padat lainnya. Sedikit saja terdapat debu atau benda lain yang menempel di atasnya maka touchsreen dapat mendeteksinya sebagai suatu sentuhan. Sensor-sensor ultrasonicnya akan langsung bekerja dengan baik. Maka itu touchscreen jenis ini harus dijaga dengan ekstra hati-hati. Touchscreen jenis ini sangat cocok digunakan pada ruangan training komputer, keperluan dalam ruangan untuk menampilkan informasi dengan sangat jernih dan tajam, presentasi dalam ruangan, dan banyak lagi.

3. Capasitive Touchscreen
Touchscreen jenis ini memiliki cara kerja yang cukup rumit, namun sangat andal dalam ketahanan dan kejernihannya. Capasitive touchscreen memiliki sebuah lapisan pembungkus yang merupakan kunci dari cara kerjanya, yaitu pembungkus yang bersifat capasitive pada seluruh permukaannya. Panel touchscreen ini dilengkapi dengan sebuah lapisan pembungkus berbahan indium tinoxide yang dapat meneruskan arus listrik secara kontiniu untuk kemudian ditujukan ke sensornya.
Lapisan ini dapat memanfaatkan sifat capacitive dari tangan atau tubuh manusia, maka dari itu lapisan ini dipekerjakan sebagai sensor sentuhan dalam touchscreen jenis ini. Ketika lapisan berada dalam status normal (tanpa ada sentuhan tangan), sensor akan mengingat sebuah nilai arus listrik yang dijadikan referensi. Ketika jari tangan Anda menyentuh permukaan lapisan ini, maka nilai referensi tersebut berubah karena ada arus-arus listrik yang berubah yang masuk ke sensor. Informasi dari kejadian ini yang berupa arus listrik akan diterima oleh sensor yang akan diteruskan ke sebuah controller. Controller ini berfungsi untuk meneruskan informasi tersebut ke mesin pengalkulasi posisi dari gangguan atau sentuhan tersebut. Proses kalkulasi posisi akan dimulai di sini.
Kalkulasi ini menggunakan posisi dari ke empat titik sudur pada panel touchscreen sebagai referensinya. Ketika hasil perhitungannya didapat, maka koordinat dan posisi dari sentuhan tadi dapat di ketahui dengan baik. Akhirnya informasi dari posisi tersebut akan diintegrasikan dengan program lain untuk menjalankan sebuah aplikasi.
Capasitive touchscreen sangat berbeda dengan kedua jenis touchscreen sebelumnya. Touchscreen jenis ini baru dapat bekerja jika sentuhan-sentuhan yang ditujukan kepadanya berasal dari benda yang bersifat konduktif seperti misalnya jari-jari Anda. Tidak seperti Resistive atau Surface wave yang dapat disentuh dengan jari tangan ataupun stylus, touchscreen ini hanya dapat dioperasikan dengan jari saja. Tetapi dengan adanya sifat seperti ini, maka touchscreen ini tidak mudah terpengaruh oleh gangguan dari benda-benda lain di atasnya seperti misalnya debu atau air.
Tampilan layarnya pun sangat jernih daripada jenis Resistive touchscreen sehingga sangat cocok untuk digunakan dalam berbagai keperluan interaksi dalam publik umum seperti misalnya di restoran, kios elektronik, lokasi Point Of Sales, dan banyak lagi.

4. Resistive Screen


Sistem resistif layarnya dilapisi oleh lapisan tipis berwarna metalik yang bersifat konduktif dan resistif terhadap sinyal-sinyal listrik. Maksud dari lapisan yang bersifat konduktif adalah lapisan yang bersifat mudah menghantarkan sinyal listrik, sedangkan lapisan resistif adalah lapisan yang menahan arus listrik.
Kedua lapisan ini dipisahkan oleh sebuah bintik-bintik transparan pemisah, sehingga lapisan ini pasti terpisah satu sama lain dalam keadaan normal. Pada lapisan konduktif tersebut juga mengalir arus listrik yang bertugas sebagai arus referensi.
5. Surface Acoustic Wave System

Teknologi touchscreen ini memanfaatkan gelombang ultrasonik untuk mendeteksi kejadian di permukaan layarnya. Di dalam monitor touchscreen ini terdapat dua tranduser, pengirim dan penerima sinyal ultrasonik.
Selain itu dilengkapi juga dengan sebuah reflektor yang berfungsi sebagai pencegah agar gelombang ultrasonic tetap berada pada area layar monitor.
Kedua tranduser ini dipasang dalam keempat sisi, dua vertikal dan dua horizontal. Ketika panel touchscreen-nya tersentuh, ada bagian dari gelombang tersebut yang diserap oleh sentuhan tersebut, misalnya terhalang oleh tangan, stylus, tuts, dan banyak lagi. Sentuhan tadi telah membuat perubahan dalam bentuk gelombang yang dipancarkan.

6. Kekurangan Touchscreen 
Namun touchscreen ini juga bukannya tanpa kelemahan. Meskipun secara fisik kebal terhadap gangguan elemen-elemen luar, kinerja dari layar sentuh ini dapat diganggu oleh elemen-elemen seperti debu, air, dan benda-benda padat lainnya.

Carpal tunnel syndrome (CTS) adalah sebuah penyakit yang disebabkan karena terganggunya Saraf tengah karena tekanan yang terjadi pada bagian pergelangan tangan hal ini menimbulkan rasa sakit, nyeri dan melemahnya otot otot pada bagian pergelangan tangan. Penyakit ini biasanya sering diakibatkan karena terlalu sering memakai keyboard dan mouse, walaupun banyak penyebab lainnya tetapi pemakaian komputer yang terlalu sering menjadi salah satu penyebab yang paling banyak terjadi untuk penyakit persendian pergelangan tangan ini.

Dalam jangka panjang, penyakit ini bisa menyebabkan kelumpuhan pada tangan. Resiko terkena CTS adalah kurang lebih 10% untuk orang dewasa. Wanita bahkan mempunyai resiko 3 kali lipat lebih banyak untuk terkena Carpal Tunnel Syndrome dibandingkan dengan pria.

Carpal tunnel syndrome adalah baal, kesemutan nyeri, dan kelemahan di ibu jari, telunjuk dan jari tengah sebagai hasil dari iritasi saraf median di pergelangan tangan.

PENYEBAB

1. Penggunaan tangan yang terlalu berlebihan seperti mengetik, memegang mouse, menggunakan Handphone& Blackberry
2. Faktor genetika
3. Stress, trauma, kehamilan

Kebiasaan yang bisa memicu Carpal tunnel syndrome (CTS)


Sindrom carpal tunnel disebabkan bagian syaraf yang tertekan, di bagian telapak dari pergelangan tangan (daerah tersebut disebut carpal tunnel). Bagian tengah syaraf yang melayani ibu jari tangan. Tekanan tersebut terjadi ketika jaringan serat menjadi menumpuk dan membengkak karena berbagai macam sebab pada bagian telapak pada pergelangan tangan.

Sindrom carpal tunnel sering terjadi-khususnya pada wanita- dan dapat berpengaruh pada satu atau pada kedua tangan. Biasanya berisiko pada orang yang pekerjaannya memerlukan pergerakan pergelangan tangan terus-menerus, seperti penggunaan obeng. penyebab lain adalah penggunaan keyboard pada komputer yang posisinya tidak baik. Gerakan yang terus menerus (misalnya penggunaan berbagai macam alat) juga diklaim sebagai penyebab sindrom carpal tunnel. Wanita hamil dan orang yang menderita diabetes, kelenjar gondok jinak, gout, sendi rematik beresiko tinggi terkena CST.

Bagi sebagian besar pasien, penyebab sindrom carpal tunnel mereka tidak diketahui. Setiap kondisi yang tekanannya pada saraf median di pergelangan tangan dapat menyebabkan CTS. kondisi umum yang dapat menyebabkan CTS termasuk obesitas, kehamilan, hipotiroidisme, arthritis, diabetes, dan trauma. Tendon peradangan dihasilkan dari pekerjaan berulang, seperti mengetik tanpa gangguan, juga dapat menyebabkan gejala terowongan karpal. CTS dari manuver berulang telah disebut sebagai salah satu cedera stres berulang. Beberapa penyakit langka dapat menyebabkan pengendapan zat abnormal di dalam dan sekitar terowongan karpal, yang menyebabkan iritasi saraf.

DIAGNOSA

Diagnosa yang banyak dilakukan adalah memeriksa tangan dan pergelangan tangan yang terkena, sebelum operasi seorang dokter pertama-tama memperhatikan cara kerja syaraf untuk meyakinkan apakah yang menjadi penyebab sindrom carpal tunnel.

Diagnosis sindrom carpal tunnel dicurigai berdasarkan gejala dan distribusi dari tangan mati rasa. Pemeriksaan leher, bahu, siku, pulsa, dan refleks dapat dilakukan untuk mengecualikan kondisi lain yang dapat meniru sindrom carpal tunnel. pergelangan tangan dapat diperiksa bengkak, kehangatan, nyeri, deformitas, dan warna. Kadang-kadang menekan bagian depan pergelangan tangan dapat mereproduksi kesemutan tangan, dan disebut sebagai tanda Tinel tentang sindrom carpal tunnel. Gejala dapat juga pada waktu yang akan direproduksi oleh pemeriksa dengan menekuk pergelangan tangan ke depan (disebut sebagai manuver Phalen’s).
Diagnosis sangat disarankan ketika tes kecepatan konduksi saraf tidak normal. Tes ini melibatkan pengukuran tingkat kecepatan impuls listrik ketika mereka melakukan perjalanan ke saraf. Dalam sindrom carpal tunnel, dorongan melambat karena melintasi melalui terowongan karpal. Sebuah tes otot ekstremitas tersebut, Elektromiogram (EMG), kadang-kadang dilakukan untuk menyingkirkan atau mendeteksi kondisi lain yang mungkin meniru carpal tunnel syndrome.


Hasil penelitian yang menunjukkan EMG tangan kanan dalam penggunaan mouse
TANDA-TANDANYA

antara lain seperti sering pegal dan atau nyeri pada bagian pergelangan tangan maupun juga jari tangan, terutama pada bagian ibu jari, telunjuk dan jari tengah.

Hal terburuk yang mungkin terjadi?? jangan dianggap enteng dengan masalah CTS ini karena bisa saja CTS mengakibatkan putusnya sendi pergelangan tangan sehingga tangan tidak dapat berfungsi dengan sebagaimana mestinya bahkan mungkin tidak dapat digerakkan sama sekali.

GEJALA

Rasa kebas, dan parasthesia (seakan-akan terbakar dan bergetar) di ibu jari, telunjuk, dan jari tengah, atau pada beberapa pasien terjadi di telapak tangan.
Susah menggenggam dan mengepalkan tangan.
Sering menjatuhkan barang

Gejalanya, berkaitan dengan tekanan syaraf, rasa tidak nyaman, kebas, rasa gatal, dan nyeri pada tiga jari pertama dari sebelah ibu jari tangan. kadangkala, terasa sakit dan terbakar atau rasa gatal pada lengan dan bahu. lebih terasa ketika penderita tidur karena cara tangan diposisikan. Seiring waktu, otot pada tangan di Gejalanya, berkaitan dengan tekanan syaraf, rasa tidak nyaman, kebas, rasa gatal, dan nyeri pada tiga jari pertama dari sebelah ibu jari tangan. kadangkala, terasa sakit dan terbakar atau rasa gatal pada lengan dan bahu. lebih terasa ketika penderita tidur karena cara tangan diposisikan. Seiring waktu, otot pada tangan di bagian ibu jari menjadi lemas dan menyusut sampai tidak bisa digerakkan (atrophy). bagian ibu jari menjadi lemas dan menyusut sampai tidak bisa digerakkan (atrophy).


Area nyeri pada CTS
PENCEGAHAN

Letak keyboard yang benar

Penggunaan keyboard komputer yang tidak benar menimbulkan sindrom carpal tunnel. Untuk menghindari luka tersebut, pengguna harus menjaga pergelangan pada posisi yang benar, yaitu, antara tangan dengan bahu harus lurus. tangan boleh lebih rendah daripada bahu. Tetapi tangan tidak boleh lebih tinggi, dan pergelangan tidak boleh menggantung. Keyboard letaknya harus selalu rendah, tangan dijaga supaya lebih rendah dari siku. Penyangga pergelangan tangan dipergunakan untuk menopang pergelangan tangan. Perhatikan gambar di bawah ini!


(Posisi tangan yang benar pada keyboard )
* Beristirahat secara teratur setiap 15-20 menit dengan melekukkan dan meluruskan pergelangan tangan.
* Jangan menempatkan keyboard pada posisi lebih tinggi atau lebih rendah daripada siku tangan.
* Duduklah dengan tegak.
* Jagalah agar tangan Anda selalu hangat.


Ergonomik tubuh yang tepat dalam mengoperasikan komputer
Salah satu cara untuk melakukan pencegahan adalah dengan cara mengetahui bagaimana duduk yang benar dan baik serta posisi tangan pada saat menggunakan keyboard atau mouse.





1. Jarak Pandang antara mata dengan komputer minimal 60 cm.
2. Pandangan antara mata ke monitor harus mengarah sedikit ke bawah atau sekitar 5-15° lebih rendah dari posisi horisontal pandangan mata.
3. Usahakan menghindari pantulan lampu atau cahaya yang masuk ke monitor.



4. Posisi tangan di atas keyboard harus membentuk sudut 90 derajat (lihat gambar) begitu juga kaki.

5. Atur bangku anda sehingga posisi tangan menjadi sejajar dengan meja ketika anda menggunakan keyboard


6. Jangan menggunakan komputer tanpa henti (lebih dari 2 jam), berdiri, sedikit olahraga (strecthing) dan berjalanlah sebentar (1 menit) secara periodik sebelum melanjutkan pekerjaan Anda.

7. Gunakan penyangga mouse dan atau keyboard untuk kenyamanan Anda.
8. Gunakan penyangga kaki bila diperlukan.
9. Gunakan kursi yang dapat menyangga posisi punggung Anda.



Tidak mudah memang untuk melakukan semua itu diatas, apalagi bila berhubungan dengan istirahat pada saat kerjaan menumpuk dan kemungkinan besar kita akan lupa waktu.

Vertical mouse juga dapat digunakan untuk mencegah atau mendukung proses therapy CPS, namun sampai saat ini harganya masih belum dikatakan murah

Rabu, 31 Oktober 2012

Interaksi Manusia Dan Komputer



DEFINISI IMK
  • sekumpulan  proses, dialog dan kegiatan dimana melalinya pengguna memanfaatkan dan beriteraksi dengan komputer.
  • suatu disiplin ilmu yang menekankan pada asdpek desain, evaluasi, dan implementasi dari sistem komputer interaktif untuk kegunaan manusia untuk mempertimbangkan fenomena-fenomena disekitar manusia itu sendriri.
  • suatu studi ilmiah tentang masyarakat didalam lingkungan kerjanya.
  • HCL didefinisikan dengan disiplin ilmu yanng berhubungan dengan perancangan, evaluasi dan implementasi sistem komputer interaktif untuk digunakan oleh manusia dan studi tentang fenomena disekitarnya.
  • HCL pada prinsipnya membat agar sistem dapat berdialog dengan penggunanya seramah mungkin.
SISTEM IMK
Description: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhhZuo1uT_GyakzsxEEwQW0iflhfX8QaNMjcbhpmrEh7kl_a_YEEaV-Gqky4JNymBYQ_dMNz8MSsQ7wRPStiWg07FCN5eSkwtbhCoH46ji-dZJwkIl5VSmzJLhAt2BR5xVjjc-c6hg1iSk/s1600/HCIS.bmp
 Dimana
HCIS : sistem manusia dan komputer
h : subsistem manusia
m : subsistem mesin
e : subsistem lingkungan
i : interaksi manusia dengan sub-sub sistem
t : waktu lamanya interaksi terjadi

APLIKASI IMK
  • Perkantoran
  • kendali proses
  • penerbangan
  • komunikasi
  • desain pekerjaan
  • pelatihan/seleksi
  • dll
 Description: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgnb5Rjzx4052ddfW2OP0WwIniXduHTyuhS17EEeX4qptN21JWGOoFJFmNuSxiYoBUEG5Ba1I3u_l_gkmpaYBkHrDXPvFal5-nZwE9406f8xZho8igyGT5ADl71nkdgtD17fFO1Uneegj0/s320/HCL.bmp 
HUMAN COMPUTER INTERFACE (HCL)
  • istilah lain : man-machine interaction (MMI), computer and human interaction (CHI), dan human-machine interaction (HMI)
  • tujuan :
  1. user friendly (ramah dengan pengguna) kemampuan yang dimiliki oleh softwere atau program aplikasi yang mudah dioprasikan, dan mempunyai sejumlah kemampuan lain sehingga pengguna merasa betah dalam mengoprasikan program tersebut, bahkan bagi seorang pengguna pemula
  2. WYSIWYG (what you see is what you get)
  3. Mengurangi frustasi, ketidakamanan, dan kebingungan pada pengguna
  4. Implikasi: meningkatkan kepuasan kerja dan menurunkan tingkat absensi pekerja
HCI (lanjutan)
- Permasalahan yang muncul:
- Programer tidak dapat memahami secara tepat
penggunanya, mis: tentang keinginan dan lingkungan
kerja pengguna
- Sistem komputer mengharuskan pengguna untuk
mengingat terlalu banyak informasi
- Sistem komputer tidak memberikan ruang untuk
toleransi kesalahan
- Para pengguna berbeda dari sebelumnya
- Para pengguna berbeda satu dengan lainnya
- Para pengguna berbeda dari kita
- Mulai diterapkannya GUI (Graphical User Interface)

KRITERIA USER FRIENDLY
  •  Memiliki tampilan yang bagus
  •  Mudah dioperasikan
  • Mudah dipelajari
  • Pengguna selalu merasa senang setiap kali menggunakan software tersebut

PERUBAHAN TEKNOLOGI
  •  Penurunan harga komputer yang sangat dramatis dihasilkan oleh adanya perkembangan teknologi terutama teknologi microelectronic dalam bentuk keping silicon (IC). 
  • Kemampuan teknologi untuk memperkecil ukuran rangkaian serta mengkemas sejumlah rangkaian dalam satu keping tipis IC merupakan langkah menuju perkembangan komputer yang powerful dengan kapasitas penyimpan yang besar, namun dengan harga yang semakin murah.

Perubahan Teknologi
  1.  Perubahan teknologi di atas telah membuka kemungkinan penggunaan komputer yang lebih luas.
  2. Saat ini kehadiran komputer sudah tidak dapat dilepaskan dari dunia bisnis dan industri modern.
  3. Komputer juga ditemukan dalam penggunaan aplikasi rumah tangga
Kebutuhan Perancangan yang Berbeda
  1. Agar komputer dapat diterima secara luas dan digunakan secara efektif, maka perlu dirancang secara baik.
  2. Hal ini tidak berarti bahwa semua sistem harus dirancang agar dapat mengakomodasi semua orang, namun komputer perlu dirancang agar memenuhi dan mempunyai kemampuan sesuai dengan kebutuhan pengguna secara spesifik.
  3. Pengguna seharusnya tidak perlu memikirkan bagaimana cara berinteraksi dengan komputer, tetapi yang penting justru bagaimana mengoptimalkan komputer untuk memenuhi kebutuhannya
  4. Analoginya adalah seperti kita menggunakan mobil atau motor, kita tidak perlu memikirkan bagaimana cara mesin bekerja.
Kesalahan Mendasar Programmer
  • Desain ini memuaskan saya, berarti juga akan memuaskan setiap orang
  • Desain ini memuaskan rata-rata orang, berarti juga akan memuaskan setiap orang
  • Manusia begitu amat beragam oleh karenanya tidak ada kemungkinan antar muka yang dapat memuaskan pengguna, tetapi karena sifat manusia yang adaptif sejak awalnya, maka itu tidak akan menjadi masalah
  • Faktor ergonomi cukup mahal namun demikian produk-produk aplikasi komputer tetap terjual hanya dengan berdasarkan penampilan dan corak. Jadi pertimbangan ergonomi boleh diabaikan
  • Ergonomi merupakan gagasan yang baik. Dalam mendesain sesuatu saya menggunakan pertimbangan ergonomi namun dilakukan berdasarkan intuisi dan menyandarkannya pada selera umum, jadi kita tidak memerlukan tabel data
Keterkaitan HCI Dengan Disiplin Ilmu Lain
  • Prinsip kerja sebuah sistem komputer adalah adanya masukan – proses – keluaran (input – process – output).
  • Ketika seseorang bekerja dengan sebuah komputer, ia akan melakukan interaksi atau berdialog dengan komputer menggunakan cara-cara tertentu.
Disiplin ilmu dalam HCI
  • Ilmu komputer ( desain aplikasi & teknik human interface)
  • Psikologi ( aplikasi dan teori proses kognitif dan menganalisis perilaku user)
  • Sosiologi & antropologi ( interaksi antara teknologi, work, dan organisasi)
  • Industrial design (produk interaktif)
  • Teknik sipil ( infrastruktur fisik)
  • Teknik Mesin ( robotika)
Hal penting dalam HCI

Bagaimana menentukan fungsi yang dimiliki sebuah system
Bagaimana menyajikan kepada user
Bagaimana membangun sebuah system
Bagaimana untuk menguji sebuah design

Pendekatan HCI
Machine side ( teknik komputer grafis, sistem operasi, bahasa pemograman, dan bagaimana membangun environment yang relevan)
Human Side (teori komunikasi, graphic dan industrial design disipline, liguistic, ilmu social, psikologi kognitif, dan human performance are relevant

Aspek – aspek dalam HCI
Use and context of computers ( U)
Human characteristic (H)
Computer system and interface architectur (C)
Development proses ( D)
Description: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjwZwMMfpnj-KrNMLE0OJF45f1U1YBx0qFadaXq-9W75YLHoT6AXiaLl4X41uQNhn7v75DYBnDe1bhCzMBKfcFk5Kh1M3twAYTDGCAkTzJd0-4mcPhbDn8mfpG67AmuTKCTQGjJWkNrcwA/s320/ASPEK2+DALAM+HCL.bmp