Minggu, 02 Desember 2012


Carpal tunnel syndrome (CTS) adalah sebuah penyakit yang disebabkan karena terganggunya Saraf tengah karena tekanan yang terjadi pada bagian pergelangan tangan hal ini menimbulkan rasa sakit, nyeri dan melemahnya otot otot pada bagian pergelangan tangan. Penyakit ini biasanya sering diakibatkan karena terlalu sering memakai keyboard dan mouse, walaupun banyak penyebab lainnya tetapi pemakaian komputer yang terlalu sering menjadi salah satu penyebab yang paling banyak terjadi untuk penyakit persendian pergelangan tangan ini.

Dalam jangka panjang, penyakit ini bisa menyebabkan kelumpuhan pada tangan. Resiko terkena CTS adalah kurang lebih 10% untuk orang dewasa. Wanita bahkan mempunyai resiko 3 kali lipat lebih banyak untuk terkena Carpal Tunnel Syndrome dibandingkan dengan pria.

Carpal tunnel syndrome adalah baal, kesemutan nyeri, dan kelemahan di ibu jari, telunjuk dan jari tengah sebagai hasil dari iritasi saraf median di pergelangan tangan.

PENYEBAB

1. Penggunaan tangan yang terlalu berlebihan seperti mengetik, memegang mouse, menggunakan Handphone& Blackberry
2. Faktor genetika
3. Stress, trauma, kehamilan

Kebiasaan yang bisa memicu Carpal tunnel syndrome (CTS)


Sindrom carpal tunnel disebabkan bagian syaraf yang tertekan, di bagian telapak dari pergelangan tangan (daerah tersebut disebut carpal tunnel). Bagian tengah syaraf yang melayani ibu jari tangan. Tekanan tersebut terjadi ketika jaringan serat menjadi menumpuk dan membengkak karena berbagai macam sebab pada bagian telapak pada pergelangan tangan.

Sindrom carpal tunnel sering terjadi-khususnya pada wanita- dan dapat berpengaruh pada satu atau pada kedua tangan. Biasanya berisiko pada orang yang pekerjaannya memerlukan pergerakan pergelangan tangan terus-menerus, seperti penggunaan obeng. penyebab lain adalah penggunaan keyboard pada komputer yang posisinya tidak baik. Gerakan yang terus menerus (misalnya penggunaan berbagai macam alat) juga diklaim sebagai penyebab sindrom carpal tunnel. Wanita hamil dan orang yang menderita diabetes, kelenjar gondok jinak, gout, sendi rematik beresiko tinggi terkena CST.

Bagi sebagian besar pasien, penyebab sindrom carpal tunnel mereka tidak diketahui. Setiap kondisi yang tekanannya pada saraf median di pergelangan tangan dapat menyebabkan CTS. kondisi umum yang dapat menyebabkan CTS termasuk obesitas, kehamilan, hipotiroidisme, arthritis, diabetes, dan trauma. Tendon peradangan dihasilkan dari pekerjaan berulang, seperti mengetik tanpa gangguan, juga dapat menyebabkan gejala terowongan karpal. CTS dari manuver berulang telah disebut sebagai salah satu cedera stres berulang. Beberapa penyakit langka dapat menyebabkan pengendapan zat abnormal di dalam dan sekitar terowongan karpal, yang menyebabkan iritasi saraf.

DIAGNOSA

Diagnosa yang banyak dilakukan adalah memeriksa tangan dan pergelangan tangan yang terkena, sebelum operasi seorang dokter pertama-tama memperhatikan cara kerja syaraf untuk meyakinkan apakah yang menjadi penyebab sindrom carpal tunnel.

Diagnosis sindrom carpal tunnel dicurigai berdasarkan gejala dan distribusi dari tangan mati rasa. Pemeriksaan leher, bahu, siku, pulsa, dan refleks dapat dilakukan untuk mengecualikan kondisi lain yang dapat meniru sindrom carpal tunnel. pergelangan tangan dapat diperiksa bengkak, kehangatan, nyeri, deformitas, dan warna. Kadang-kadang menekan bagian depan pergelangan tangan dapat mereproduksi kesemutan tangan, dan disebut sebagai tanda Tinel tentang sindrom carpal tunnel. Gejala dapat juga pada waktu yang akan direproduksi oleh pemeriksa dengan menekuk pergelangan tangan ke depan (disebut sebagai manuver Phalen’s).
Diagnosis sangat disarankan ketika tes kecepatan konduksi saraf tidak normal. Tes ini melibatkan pengukuran tingkat kecepatan impuls listrik ketika mereka melakukan perjalanan ke saraf. Dalam sindrom carpal tunnel, dorongan melambat karena melintasi melalui terowongan karpal. Sebuah tes otot ekstremitas tersebut, Elektromiogram (EMG), kadang-kadang dilakukan untuk menyingkirkan atau mendeteksi kondisi lain yang mungkin meniru carpal tunnel syndrome.


Hasil penelitian yang menunjukkan EMG tangan kanan dalam penggunaan mouse
TANDA-TANDANYA

antara lain seperti sering pegal dan atau nyeri pada bagian pergelangan tangan maupun juga jari tangan, terutama pada bagian ibu jari, telunjuk dan jari tengah.

Hal terburuk yang mungkin terjadi?? jangan dianggap enteng dengan masalah CTS ini karena bisa saja CTS mengakibatkan putusnya sendi pergelangan tangan sehingga tangan tidak dapat berfungsi dengan sebagaimana mestinya bahkan mungkin tidak dapat digerakkan sama sekali.

GEJALA

Rasa kebas, dan parasthesia (seakan-akan terbakar dan bergetar) di ibu jari, telunjuk, dan jari tengah, atau pada beberapa pasien terjadi di telapak tangan.
Susah menggenggam dan mengepalkan tangan.
Sering menjatuhkan barang

Gejalanya, berkaitan dengan tekanan syaraf, rasa tidak nyaman, kebas, rasa gatal, dan nyeri pada tiga jari pertama dari sebelah ibu jari tangan. kadangkala, terasa sakit dan terbakar atau rasa gatal pada lengan dan bahu. lebih terasa ketika penderita tidur karena cara tangan diposisikan. Seiring waktu, otot pada tangan di Gejalanya, berkaitan dengan tekanan syaraf, rasa tidak nyaman, kebas, rasa gatal, dan nyeri pada tiga jari pertama dari sebelah ibu jari tangan. kadangkala, terasa sakit dan terbakar atau rasa gatal pada lengan dan bahu. lebih terasa ketika penderita tidur karena cara tangan diposisikan. Seiring waktu, otot pada tangan di bagian ibu jari menjadi lemas dan menyusut sampai tidak bisa digerakkan (atrophy). bagian ibu jari menjadi lemas dan menyusut sampai tidak bisa digerakkan (atrophy).


Area nyeri pada CTS
PENCEGAHAN

Letak keyboard yang benar

Penggunaan keyboard komputer yang tidak benar menimbulkan sindrom carpal tunnel. Untuk menghindari luka tersebut, pengguna harus menjaga pergelangan pada posisi yang benar, yaitu, antara tangan dengan bahu harus lurus. tangan boleh lebih rendah daripada bahu. Tetapi tangan tidak boleh lebih tinggi, dan pergelangan tidak boleh menggantung. Keyboard letaknya harus selalu rendah, tangan dijaga supaya lebih rendah dari siku. Penyangga pergelangan tangan dipergunakan untuk menopang pergelangan tangan. Perhatikan gambar di bawah ini!


(Posisi tangan yang benar pada keyboard )
* Beristirahat secara teratur setiap 15-20 menit dengan melekukkan dan meluruskan pergelangan tangan.
* Jangan menempatkan keyboard pada posisi lebih tinggi atau lebih rendah daripada siku tangan.
* Duduklah dengan tegak.
* Jagalah agar tangan Anda selalu hangat.


Ergonomik tubuh yang tepat dalam mengoperasikan komputer
Salah satu cara untuk melakukan pencegahan adalah dengan cara mengetahui bagaimana duduk yang benar dan baik serta posisi tangan pada saat menggunakan keyboard atau mouse.





1. Jarak Pandang antara mata dengan komputer minimal 60 cm.
2. Pandangan antara mata ke monitor harus mengarah sedikit ke bawah atau sekitar 5-15° lebih rendah dari posisi horisontal pandangan mata.
3. Usahakan menghindari pantulan lampu atau cahaya yang masuk ke monitor.



4. Posisi tangan di atas keyboard harus membentuk sudut 90 derajat (lihat gambar) begitu juga kaki.

5. Atur bangku anda sehingga posisi tangan menjadi sejajar dengan meja ketika anda menggunakan keyboard


6. Jangan menggunakan komputer tanpa henti (lebih dari 2 jam), berdiri, sedikit olahraga (strecthing) dan berjalanlah sebentar (1 menit) secara periodik sebelum melanjutkan pekerjaan Anda.

7. Gunakan penyangga mouse dan atau keyboard untuk kenyamanan Anda.
8. Gunakan penyangga kaki bila diperlukan.
9. Gunakan kursi yang dapat menyangga posisi punggung Anda.



Tidak mudah memang untuk melakukan semua itu diatas, apalagi bila berhubungan dengan istirahat pada saat kerjaan menumpuk dan kemungkinan besar kita akan lupa waktu.

Vertical mouse juga dapat digunakan untuk mencegah atau mendukung proses therapy CPS, namun sampai saat ini harganya masih belum dikatakan murah

Tidak ada komentar:

Posting Komentar